Desain yang ganjil itu, kata Tripathi, kemungkinan besar adalah satu-satunya cara untuk melindungi kru dari kanker yang dipicu oleh lingkungan radiasi tinggi selama berada di luar angkasa. Sumber radiasi utama adalah sinar kosmis galaksi–partikel bermuatan yang terdiri atas elektron sampai elemen logam berat dan peristiwa partikel surya–yang melontarkan proton dan inti helium.
Elektron, proton, dan ion logam berat seperti besi dan uranium dapat memicu timbulnya kanker. Namun, lapisan pelindung dari aluminium yang mampu menahan radiasi tak bisa digunakan karena terlalu berat sehingga menghabiskan banyak bahan bakar.
“Paparan radiasi antariksa yang amat tinggi adalah kendala utama dalam misi berjangka waktu panjang,” kata Tripathi dan dua rekannya, John Wilson dan Robert Youngquist, dalam laporannya di jurnal Advances in Space Research. “Perlindungan dari radiasi itu amat penting bagi visi baru NASA untuk mencapai bulan, Mars, dan jagat raya.”
Desain pesawat yang diusulkan Tripathi itu berbentuk bola logam dengan muatan positif dan negatif, yang diatur pada bulatan yang menonjol keluar dari kapsul awak pesawat. Dengan arah yang diatur secara teliti, kedua bulatan itu akan memberi perlindungan radiasi elektrostatis berderajat tinggi. Struktur bulatan seperti buah ceri itu harus berdiameter antara 10 dan 20 meter dan dipasang sekitar 50 meter dari kapsul awak.
Bola tersebut akan melindungi awak pesawat dengan membelokkan partikel bermuatan menjauhi bagian tengah yang dihuni para astronot. “Bentuk bulat memberikan volume lebih besar serta massa lebih kecil, dan yang terpenting, mereka mendistribusikan partikel yang dibelokkan itu di permukaannya secara merata,” ujarnya.
Bila bola bermuatan itu terbuat dari aluminium berlubang yang ringan, material yang melapisi kapsul awak akan menggunakan karbon nanotube–dalam sebuah komposit baru dengan aluminium. Nanotube amat ringan, tapi kekuatannya sanggup menahan gempuran ion, kata Tripathi. “Pesan yang tersirat dari riset ini, untuk melindungi astronot dan habitatnya, dibutuhkan kombinasi cerdas antara material dan pelindung elektrostatis,” ucapnya.
Sumber : http://tempointeraktif.com/hg/iptek/2007/10/17/brk,20071017-109908,id.html
anniversary
Doa seorang ibu sungguh mustajab. Balk doa kebaikan ataupun doa buruk. Rosululloh pernah menyampaikan suatu kisah menarik berkaitan dengan doa ibu. 5uatu kisah nyata yang terjadi pada masa sebelum Rosululloh yang patut diambil sebagai ibroh bagi orang-orang yang beriman.
Dahulu, ada tiga orang bayi yang bisa berbicara. Salah satunya adalah seorang bayi yang hidup pada masa Juraij. Juraij adalah seorang ahli ibadah, dia memiliki sebuah tempat ibadah yang sekaligus jadi tempat tinggalnya.
Suatu ketika Juraij sedang melaksanakan sholat, tiba-tiba ibunya datang memanggilnya: "Wahai Juraij". Dalam hatinya, Juraij bergumam: "Wahai Robbku, apakah yang harus aku dahulukan... meneruskan sholatku ataukah memenuhi panggilan ibuku?!".
Dalam kebimbangan, dia tetap meneruskan sholatnya. Akhirnya sang ibu pulang. Esok harinya, sang ibu datang lagi dan memanggil: "Wahai Juraij!". Juraij yang saat itu pun sedang sholat bergumam dalam hatinya: "Wahai Robbku, apakah aku harus meneruskan sholatku... Ataukah (memenuhi) panggilan ibuku?l". Tetapi dia tetap meneruskan sholatnya.
Sang ibu kembali pulang untuk-kedua kalinya. Ketiga kalinya, ibunya datang lagi seraya memanggil: "Wahai Juraij!". Lagi-lagi Juraij sedang menjalankan sholat. Dalam hatinya, ia bergumam: "Wahai Robbku, haruskah aku memilih meneruskan sholatku ataukah memenuhi panggilan ibuku?I". Tetapi dia tetap meneruskan sholatnya.
Akhirnya, dengan kecewa setelah tiga kali panggilannya tidak mendapat sahutan Bari anaknya, sang ibu berdoa: "Ya Alloh,janganlah engkau matikan Juraij hingga dia melihat wajah wanita pelacur".
Orang-orang Dani Israil (ketika itu) sering menyebut-nyebut mama Juraij serta ketekunan ibadahnya, sehingga ada seorang wanita pelacur berparas cantik jelita mengatakan: Jika kalian mau, aku akan menggodanya (Juraij).
Wanita pelacur itupun kemudian merayu dan mengwarkan diri kepada Juraij. Tetapi sedikitpun Juraij tak memperdulikannya. Namun apa yang kemudian dilakukan oleh wanita itu? Ia mendatangi seseorang yang tengah menggembala di sekitar tempat ibadah Juraij.
Lalu demi terlaksananya tipu muslihat, wanitu itu kemudian merayunya. Maka terjadilah perzinaan antara dia dengan penggembala itu. Hingga akhirnya wanita itu hamil.
Dan manakala bayinya telah lahir, dia membuat pengakuan palsu dengan berkata kepada orang-orang: "Bayi ini adalah anak Juraij." Mendengar hal itu, masyarakat percaya dan beramai-ramai mendatangi tempat ibadah Juraij, memaksanya turun, merusak tempat ibadahnya dan memukulinya.
Juraij yang tidak tahu masalahnya bertanya dengan heran: "Ada apa dengan kalian?". "Kamu telah berzina dengan wanita pelacur lalu dia sekarang melahirkan anakmu", jawab mereka.
Maka, tahulah Juraij bahwa ini adalah makar wanita Iacur itu. Lantas bertanya: "Dimana bayinya?". Merekapun membawa bayinya. Juraij berkata: "Biarkan saya melakukan sholat dulu", kemudian dia berdiri sholat.
5eusai menunaikan sholat, dia menghampiri si bayi lalu mencubit perutnya seraya bertanya: "Wahai bayi, siapakah ayahmu?" Si bayi menjawab: "Ayahku adalah si fulan, seorang penggembala".
Akhirnya, masyarakat bergegas menghampiri Juraij, mencium dan mengusapnya. Mereka minta maaf can berkata: "Kami akan membangun tempat ibadahmu dari emas". Juraij mengatakan: "Tidak, bangun saja seperti semula yaitu dari tanah Hat". Lalu merekapun mengerjakannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar